Fiqih Sosial

       Istilah Fiqih Sosial adalah istilah baru. Tidak ada yang menggunakan istilah ini dalam kitab-kitab Fiqih. Karena baru, apresiasi layak diberikan kepada orang yang mengusung istilah Fiqih Sosial. Siapakah dia? Kita tidak tahu pasti, tetapi dua orang ulama Indonesia sering dikait-kaitkan dengan perkembangan Fiqih Sosial: K.H. Sahal Mahfuz dan K.H. Ali Yafie. Berdasarkan tulisan mereka, kita justru bisa yakin bahwa istilah Fiqih Sosial tidak mereka buat sebagaimana kita mengapresiasi kedua tokoh ini sebagai pengusung.

       Karena tidak terdapat dalam Fiqih tradisional, ada dua hal yang dapat kita lakukan: Pertama, membaca, dan memahami tulisan-tulisan terkait Fiqih Sosial, dan kedua, mengembangkan sendiri versi Fiqih Sosial kita. Kuliah Fiqih Sosial mengajak Anda untuk melakukan keduanya. Ayo kita pelajari pandangan mereka, dan ayo kita rumuskan Fiqih Sosial versi kita yang ada di Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial.

       Oleh sebab itu, Kuliah Fiqih Sosial akan membagi 14 kali pertemuan kita dalam dua “periode”: periode pra UTS (pertemuan 1-7) akan kita gunakan untuk membaca, memahami, dan menyimpulkan aspek-aspek penting dalam Fiqih Sosial. Periode Kedua, pasca-UTS, kita gunakan untuk mengembangkan dan mempraktikkan teori Fiqih Sosial dalam masalah-masalah yang dihadapi oleh pekerja sosial.

This entry was posted in Fiqih. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s