MEMAHAMI ESENSI ASMAUL HUSNA DALAM ALQUR’AN

             Alqur’an bukan suatu kitab yang ditujukan bagi suatu kaum atau bangsa, tetapi bagi manusia seluruhnya, apapun bahasa, warna kulit dan latar belakang budayanya, cocok di semua tempat dan kurun waktu. Allah Swt. menjadikannya sebagai petunjuk bagi manusia, baik hubungannya dengan Tuhannya, sesama manusia maupun dengan alam sekitarnya, meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, semua kalangan atau golongan, apapun strata sosial seseorang, bangsawan atau rakyat jelata, kaya atau miskin.

            Alqur’an memuat dan menerangkan tujuan puncak umat manusia dengan bukti-bukti kuat dan sempurna. Dan tujuan itu akan dapat dicapai dengan pandangan realistik terhadap alam, dan dengan senatiasa melaksanakan dalam suatu kerangka peraturan, pokok-pokok akhlak, dan hukum-hukum perbuatan. Sekecil apapun perbuatan manusia, secara individu atau kelompok dalam sebuah masyarakat, di dalam beraktifitas harus sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam Alqur’an. Semua aturan- aturan ini dinamakan syariat Islam dalam arti luas.

Continue reading

Posted in Fiqih | 1 Comment

Memahami Ajaran AL Hadist Tentang Menuntut Ilmu

A. Hadits Tentang Menuntut Ilmu

       Ilmu adalah bekal yang paling berharga bagaimana untuk menjamin keselamatan di dunia dan lebih-lebih di akhirat kelak, dengan ilmu manusia dapat mengetahui segala hal, termasuk mengenal dan kebesaran dan kekuasaan sang penciptanya yang mana dengan mengenal kebesaran dan kekuasaanya itu, manusia dapat selalu dekat dengannya.
       Mengingat pentingnya ilmu pengetahuan, maka islam mewajibkan setiap umatnya tanpa kecuali untuk menuntut ilmu. Sebab ilmu tanpa dicari tidak akan datang sendiri dan wajib belajar, ilmu sesuai dengan hadits Rasullah: “Dari Anas r.a berkata Rasulullsh SAW bersabda : menuntut ilmu itu adalah wajib bagi setiap orang muslim. Karena sesungguhnya semua (makhluk) sampai binatang-binatang yang ada dilaut memohonkan ampun untuk orang yang menuntut ilmu. (HR Ibnu Abdil Bari).
       Hadits diatas menjelaskan bahwa setiap muslim laki-laki atau perempuan di wajibkan untuk menuntut ilmu. Selama hidup dan diri dalam keadaan sehat. Wahyu Al Qur’an pertama (QS Al Alaq : 1-5) juga menjadi dasar bahwa setiap muslim wajib untuk belajar.

Continue reading

Posted in Hadist | Leave a comment

Fiqih Sosial

       Istilah Fiqih Sosial adalah istilah baru. Tidak ada yang menggunakan istilah ini dalam kitab-kitab Fiqih. Karena baru, apresiasi layak diberikan kepada orang yang mengusung istilah Fiqih Sosial. Siapakah dia? Kita tidak tahu pasti, tetapi dua orang ulama Indonesia sering dikait-kaitkan dengan perkembangan Fiqih Sosial: K.H. Sahal Mahfuz dan K.H. Ali Yafie. Berdasarkan tulisan mereka, kita justru bisa yakin bahwa istilah Fiqih Sosial tidak mereka buat sebagaimana kita mengapresiasi kedua tokoh ini sebagai pengusung.

       Karena tidak terdapat dalam Fiqih tradisional, ada dua hal yang dapat kita lakukan: Pertama, membaca, dan memahami tulisan-tulisan terkait Fiqih Sosial, dan kedua, mengembangkan sendiri versi Fiqih Sosial kita. Kuliah Fiqih Sosial mengajak Anda untuk melakukan keduanya. Ayo kita pelajari pandangan mereka, dan ayo kita rumuskan Fiqih Sosial versi kita yang ada di Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial.

       Oleh sebab itu, Kuliah Fiqih Sosial akan membagi 14 kali pertemuan kita dalam dua “periode”: periode pra UTS (pertemuan 1-7) akan kita gunakan untuk membaca, memahami, dan menyimpulkan aspek-aspek penting dalam Fiqih Sosial. Periode Kedua, pasca-UTS, kita gunakan untuk mengembangkan dan mempraktikkan teori Fiqih Sosial dalam masalah-masalah yang dihadapi oleh pekerja sosial.

Posted in Fiqih | Leave a comment